Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik " Part I

Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik " Part I -- Novel Inspirasi "Aku Tidak Cantik" Part I, Novel Motivasi "Aku Tidak Cantik" Part I, Novel Cinta "Aku Tidak Cantik" Part I, Novel Anak SMA "Aku Tidak Cantik" Part I.

Hello Teman-teman, kali ini saya ingin berbagi sebuah kisah menarik yang terangkum dalam Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik" Part I. Novel ini terdiri dari 4 part, yaitu part I, part II, part II, dan part IV. Untuk kali ini akan di bahas Novel Part I.

Novel ini merupakan novel inspirasi atau novel motivasi untuk cewek-cewek SMA yang merasa minder karena tidak cantik, maka bacalah Novel ini agar kalian memiliki inspirasi atau motivasi agar tidak minder lagi ketika bertemu dan berkumpul dengan cewek lain yang lebih cantik. Ayo kita baca selengkapnya Novel Terbaru "Aku Tidak Cantik" Part I berikut ini.

https://www.katadancerita.web.id/

Aku tidak cantik. Tubuhku tidak tinggi, tapi juga tidak mungil. Badanku tidak langsing, tidak juga chubby menggemaskan. Rambutku tidak lurus, tapi juga tidak keriting gantung. Aku adalah gadis biasa-biasa saja, bahkan mungkin di bawah rata-rata dari segi penampilan.

Kata ibu, cantik itu dari hati. Tapi buktinya kakakku, Kak Abhi, selalu tertarik melihat wajah model cantik dan bertubuh seksi. Kata acara motivasi di televisi yang terpenting adalah akhlak, tapi mengapa semua produk kecantikan mengedepankan pada aspek jasmani? Sama saja di sekolah. Kata ibu guru BK dan bapak guru agama, inner beauty lebih penting. Tapi pemilihan Puteri Sekolah selalu dimenangkan oleh mereka yang cantik. Walaupun sering bolos sekolah. Buktinya lagi, semua anak cowok di sekolah kenalnya sama cewek-cewek cantik, walaupun mereka tidak pernah disapa balik. Sementara yang seperti aku? Biarpun sudah sering ku hadiahi senyum ramah santun dan bantuan kecil yang dibutuhkan, tetap saja aku angin lalu.

Sampai kelas X kemarin aku sih tidak sadar fenomena ini. Tapi lambat laun, apalagi sekarang di kelas XI semuanya jadi semakin jelas. Satu per satu teman sekelasku mulai berpacaran. Teman sebangkuku, teman di depannya, teman di belakangku dan di sampingnya, teman di seberangku. Bahkan teman didepanku kabarnya sedang PDKT sama cowok SMA tetangga. Sementara aku? Jangankan jadian, dekat dalam arti PDKT saja tidak ada yang tertarik.

Setiap kali pelajaran eksak akhir-akhir ini, aku jadi sering melamun. Ketika mengerjakan soal-soal dimensi tiga, bukannya membandingkan mana yang lebih jauh jarak antara titik B ke garis GH pada kubus ABCDEFGH dengan jarak titik T dengan garis AC pada limas TABC, aku sibuk membandingkan sejelek apa aku dibandingkan dengan teman-temanku. Hufth.

Tidak usah jauh-jauh, sebut saja Anita yang duduk di sebelahku. Baru kelas XI sudah empat kali ganti pacar. Tinggi, putih dan kulitnya halus sekali. Aku yang anak perempuan saja suka melihatnya apalagi anak-anak laki-laki. Mantan pacarnya malahan ada yang anak gubernur kami. Dari sekolah berbeda, sekolah elit di pusat kota. Tapi ya namanya juga Anita cantik, bisa saja kenal. Kecantikan Cinderella saja bisa sampai ke pandangan Pangeran Kerajaan bukan? Ya, sama begitulah kira-kira. Dibandingkan Anita, pertama aku sudah kalah tinggi. Dia 165, sementara aku 160. Lima centimeter lagi sih. Usiaku 16 tahun lebih empat bulan. Masih bisa tidak ya aku tumbuh tinggi? Tapi biarpun sudah mencapai 165, kulitku juga bermasalah. Kusam.

Apa aku sebaiknya suntik vitamin C seperti Riana? Riana adalah teman duduk Dhea yang duduk di belakangku. Kulit asli Riana sepertinya agak gelap, aku juga tidak yakin bagaimana. Tapi dia cerita padaku kalau dia rutin sunti vitamin C, enam bulan sekali sejak dia kelas X. Cling cling. Sekarang dia sudah seputih artis Korea. Dia juga suka pakai make up minimalis ala-ala artis Negeri Ginseng. Penampilannya memang fresh banget. Cantik, seperti anak kuliahan.

Kalau Dhea biasa saja. Tapi manis. Manis sekali. Dia keturunan keraton, kulitnya langsat, perawakannya anggun dan rambutnya hitam mengkilat. Alami dan berkelas. Tutur bahasanya santun. Ahh, sulit menggambarkan pesonanya. Kalau Anita, Riana dan Dhea berjalan bersama, rasanya seperti ada efek-efek angin yang bikin mereka semakin sempurna saja. Haha.

Aku kadang makan bareng di kantin sama mereka. Tapi tidak selalu. Aku lebih sering bersama anak-anak bangku depan: Ica dan Kiana. Ica adalah temanku sejak kecil, sementara Kiana adalah teman les biola Ica ketika SMP. Jadi kami suka bersama dan kami juga ikut ekstra yang sama yaitu basket. Ah basket ya. Ini juga nih yang bikin kulit aku kusam. Latihannya outdoor siang bolong. Apalagi kalau sudah mau tanding. Tapi aku suka basket. Apalagi Icha dan Kiana juga ikutan.

Tidak hanya mereka, ada satu lagi teman sepermainan kami bertiga. Namanya Odie. Odie bukan anak kelasku. Dia cowok populer banget di sekolah. Aku sama Odie tetangga dan sudah main dari kecil banget. Jadi kita sampai sekarang akrab. Dia juga masuk tim basket cowok dan dia suka ngelatih kami di tim basket cewek. Tiap pulang ekstra kami berempat suka nongkrong bareng di dagang bakso depan sekolah. Masih bau-bau keringat gitu. Suka kalap makan bakso. Haha.😃

Hmm ya itu sampai tiga bulan lalu sih. Soalnya diam-diam Ica ternyata lagi PDKT sama kakak kelas XII dan akhirnya jadian. Sebagaimana trend di sekolahan, kalau jadian pasti deh berangkat dan pulang sekolahnya bareng. Ya gitu juga Ica sama si Kakak. Kadang Ica malah absen basket soalnya pacarnya mau ada bimbingan belajar. Terus kita mulai ngumpul bertiga doang. Belum habis sakit hati pasca ditinggal Ica, eh ya Kiana pacaran sama adik kelas. Pas dengar itu rasanya kayak disengat listriknya Pikachu, 1000 volt. Merasa dikhianatin dobel. Bukan apa-apa, tapi aku kira kita akrab. Tapi mereka jadian tanpa curhat-curhat dulu sebelumnya.

Hmm. Tapi masalah utamanya sih. Aku. Aku kenapa tidak punya pacar? Aku kenapa tidak ada yang PDKT-in? Ica juga kan kulitnya gelap, rambutnya juga hasil smoothing. Kiana juga tidak langsing, tidak seksi. Tapi kok?

Setelah aku pikir-pikir, Ica memang tidak putih tapi bentuk badannya bagus sekali. Kalau lagi pakai dress ketat dia udah kayak Olla Ramlan yang artis itu. Body goal nya orang-orang. Hmm. Kiana? Ya Kiana memang tidak seksi kayak Ica, tapi dia imut banget. Setelah dilihat-lihat dia kayak personil Cherry Bell. Pantes aja adik kelas yang naksir.

Aku? Aku? Hufth. Tarik napas, hembuskan.

Apa ada anak di sekolah ini yang tidak semenarik aku?

Saat ini tinggal Odie yang bisa nemenin tiap pulang ekstra. Tapi Odie ganteng gitu, gimana kalau dia dideketin Kesha? Kan katanya Kesha baru putus sama Jordan. Kesha dan Jordan itu awalnya icon couple angkatan kelas XI. Ceweknya model, cowoknya tajir. Kalau hangout pasti ke tempat kekinian. Foto couplenya hits selalu. Panutan kita semua. Tapi ada rumor kalau Jordan selingkuh sama anak sekolah lain. Katanya model juga. Katanya lebih cantik dari Kesha. Kemarin sempat sih stalkingin instagram Jordan cuma belum nemu mana sih yang dibilang gosipers sekolah.

Ah aku rasanya mau gila. Cari pacar sulit, mertahaninnya lebih sulit lagi. Sudah secantik Kesha saja ditinggalkan, apa kabar aku yang kayak butiran jas jus?

Dari jauh samar aku lihat bayangan Odie.

Lagi sama Kesha.

Nah kan, nah kan. Apa aku bilang. Tidak mungkin Kesha betah jomblo.

Odie adalah pilihan yang paling masuk akal buat gantiin Jordan.

Tuh kan, Odie pun sekarang akan punya pacar…